Selasa, 04 Januari 2011

REPOST ---> Sains & Teknologi Ditemukan, Nenek Moyang Virus HIV AIDS

VIVAnews - Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih tergolong pendatang baru di antara patogen manusia lainnya. Seperti diketahui, patogen ini baru diketahui muncul dan menyebar pada beberapa dekade terakhir saja.

Untuk itu, sejumlah peneliti mencari asal muasal virus tersebut. Awalnya mereka mencurigai bahwa Simian Immunodeficiency Virus (SIV), virus pada hewan primata lah yang melahirkan HIV. Virus SIV sendiri diduga berusia beberapa ratus tahun lebih tua dibanding HIV.

Setelah melakukan sejumlah penelitian, Preston Marx, virolog asal Tulane University menemukan sebaliknya. Virus SIV tampaknya sudah berusia setidaknya 32 ribu tahun. Artinya, virus itu sudah hadir, bisa dibilang hampir bersamaan dengan pemunculan manusia, jauh sebelum hadirnya HIV.

Pada penelitian, Marx dan timnya melakukan uji coba SIV pada monyet yang berasal dari pulau Bioko, pulau yang terlepas dari benua Afrika sekitar 10 ribu tahun lalu.

“Ternyata, varian virus SIV Bioko memiliki nenek moyang yang sama dengan virus yang ada di benua Afrika,” kata Marx, seperti dikutip dari Infection Research, 5 Januari 2011. “Ini mengindikasikan bahwa virus ini setidaknya sudah lama hadir, bahkan mungkin jauh lebih tua,” ucapnya.

Marx menyebutkan, kejadian-kejadian di abad 20 telah mengubah virus SIV dari virus monyet yang jinak menjadi wabah mematikan bagi manusia. “Meningkatnya transfusi darah dan makin banyaknya kota padat penduduk telah membantu penyebaran SIV yang berkembang menjadi HIV,” ucapnya.

“Jika kita tidak menemukan apa yang memicu pemunculan wabah HIV, sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi penyakit apa yang akan hadir berikutnya,” ucap Marx. “Kita bisa menghasilkan varian virus baru tanpa mengetahui cara untuk menghentikan atau mengontrolnya,” ucapnya. (umi)

• VIVAnews
http://teknologi.vivanews.com/news/read/197609-ditemukan--nenek-moyang-virus-hiv-aids

Senin, 03 Januari 2011

KENAPA GW GA BISA GEMUK

sebenernya ini re-post dari blog fs tapi berhubung sekarang saya meng"Kurus" kembali jadi sedikit teringat masa-masa berjuang buat DIET waktu kuliah heehee…


KENAPA GW GA BISA GEMUK…???

Coba jawab..

kenapa gw ga bisa gemuk sampai sekarang…

Rekor berat badan (BB) yang pernah didapat itu 53 kg (red. cuma pas jadi anak kos) dan pas udah ga ngekos lg langsung turun 5 kg

…kata temen-temen gw, turunnya berat badan gw itu karena capek dan capeknya itu ga dirasa sama gw sendiri. kan dulu kampus sama kosan tinggal lompat aja, sekarang sedikit lari-jalan dan naek kendaraan buat sampai di kampus. Dan katanya juga walau pun terbilang deket, jarak dari rumah gw ke kampus lumayan jauh lah (hhhmmmm……bisa diterima jawaban yg satu ini).

Jadi intinya 5 kg berat badan gw yg hilang itu tercecer sepanjang jalan ps.Minggu menuju depok???? (red. rumah pasar minggu-kampus depok)

Bulan kmrn sempet punya target bt nambah berat badan min 3 kg lagi (gggggrrrgggrrrrr mo nambah 3 kg aja susah bener)…
jadi segala macam teori diet gw pakai (untuk hal yg satu ini gw ga butuh lah yang namanya konsultasi ke nutritionis hehehe sombong dikit lahh buat aplikasi-in ilmu yg ada…)

yang pastinya sich diet yang dijalanin yaitu diet TKTP (tinggi kalori tinggi protein)…trus setiap hari makan utama lebih dari 4x (nasi+lauk pauk+buah dan teman-teman) , bawa bekal kekampus (nasi+lauk pauk+roti isi coklat keju kadang abon), ekstra minum susunya.
Tapi ternyata ga mempan juga tuh, bukan gw yang tambah gemuk tapi malah temen-temen gw yang tambah subur (ya iya lah….gw makan mereka ikut makan, pastinya bekal dari rumah tersebut juga turut menikmati…)

bisa dibilang temen kampus gw = cacing yang tak terdeksi didalam tubuh ini

Jawaban ilmiah yg gw dapat : (Teori obesitas_WHO 1998)

1. Seorang anak akan memiliki peluang untuk menjadi gemuk sebesar 80% bila kedua orang tuanya gemuk.

2. Bila hanya salah satu orang tuanya saja yang gemuk, si anak tersebut berpeluang menjadi gemuk sebesar 40%.

3. Dan untuk mereka yang tidak memiliki orang tua yang gemuk maka peluang untuk gemuk itu sebesar 7-10%.

Nah berhubung bapak-ibu gw ga gemuk bisa dikatakan kondisi badan gw yang seperti ini normal dan satu hal lagi yang gw yakini setelah mencermati teori ini, berarti gw bener2 anak kandung dari bapak-ibu gw….heeheee

*telah di edit dari postingan sebelumnya*http://novi3tha-m3.blog.friendster.com/2008/05/kenapa-gw-ga-bisa-gemuk/

http://ariaaaaaaaa.blogdetik.com/2011/01/03/kenapa-gw-ga-bisa-gemuk/

Desember 6th 2010

Sudah lama rasanya ngak bikin tulisan, sibuk sama kerjaan plus sibuk sama printilan dunia lainnya.

Padahal dari menulislah saya mulai belajar mengenal siapa diri saya dan orang lain (#$#%#%$%&)

Melak, 6 Desember 2010, 10.10 AM

Mungkin banyak orang yang belom tau dimana melak. Melak merupakan kota kecil bagian dari Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Jauh, ya jauhhhh banget dari hingar bingar kota. Apakah saya orang asli melak yang lahir dan besar di melak ??

Jawabannya NGAK

Saya , Lahir besar di Jakarta. Satu kota yang jadi kebanggan warganya kalo punya KTP JAKARTA (katanya udah sah jadi yang punya monas). Jauh saya merantau ke pedalaman kalimantan cuma buat nyari sesuap nasi sebaskom berlian.

Okay..mungkin belum semuanya tau gimana suasana kota kecil kalimantan timur ini.

Melak sebenernya kota kecil di tengah hutan. Ya hutan, sekarang saya tinggal di tengah hutan dengan pohon besar sana sini yang “kadang” digelantungi monyet-monyet hutan pula tentunya. Biar kecil sebernya kota ini kaya. Buktinya ada satu perusahaan tambang besar dari negeri tetangga kita yang berani investasi gede-gedean buat ngeruk isi perut tanah melak.

Bagaimana rasanya hidup ditengah hutan. Jawabnya seru, seru banget. Dulu sebelum saya bener-bener nge-bolang di hutan kalimantan selalu ngebayangin kalo hutan itu serem, banyak hewan buasnya, digigit nyamuk mulu, pohonnya besar-besar, jalan sedikit ketemu rawa, ular sana-sini, mungkin kalo lagi nongkrong bareng temen-temen ada biawak yang turut serta.

Dan ternyata bener..hahaaaa ngak ding, hutan disini udah rapih, ramai karena udah terjamah banyak tangan manusia.

Karena ada kegiatan pertambangan, otomatis sudah lebih ramai.Ada camp tempat mereka tinggal.

Sinyal bagaimana ? ga usah khawatir kalo mau telpon harus naek-naek ke atas pohon buat nangkep sinyal.

Banyak orang yang bingung “perempuan mau tinggal di tengah hutan”

Sebenernya saya juga bingung “kenapa saya mau tinggal di tengah hutan”

Banyak kerjaan di Jakarta.

Kerja di hutan sama aja dengan kerja di kota TAPI kerja di kota belum tentu sama kayak kerja dihutan

original posting --> http://ariaaaaaaaa.blogdetik.com/2010/12/06/halo-dunia/